preloader

11 Maret 2026

Jln. Rantauan RT 03 RW II Gambah Luar, Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 71216 - Kalimantan Selatan Selatan

Tanya - tanya langsung: Whatsapp Disini!

PANDANGAN ULAMA TERHADAP FENOMENA BRIDAL SHOWER PRA PERNIKAHAN DI KECAMATAN DAHA UTARA

PANDANGAN ULAMA TERHADAP FENOMENA BRIDAL SHOWER PRA PERNIKAHAN DI KECAMATAN DAHA UTARA

Husein/ 2021110858

Abstrak

Fenomena Bridal shower pra-pernikahan telah menjadi tren di kalangan generasi muda, termasuk di Kecamatan Daha Utara. Tradisi ini, yang berasal dari budaya Barat, diadopsi sebagai bagian dari perayaan sebelum pernikahan. Namun, praktik ini menuai tanggapan beragam dari ulama setempat, terutama terkait kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan ulama terhadap fenomena Bridal shower serta mengkaji faktor sosiologis dan religius yang melatarbelakanginya. Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal utama, yaitu: bagaimana proses pelaksanaan Bridal shower pra-pernikahan yang berlangsung di Kecamatan Daha Utara, serta bagaimana pandangan para ulama terhadap fenomena Bridal shower tersebut dalam konteks budaya dan norma keagamaan di wilayah tersebut. Penelitian ini berjenis empiris, yaitu penelitian dengan adanya data-data lapangan sebagai sumber data utama, sedangkan pendekatan menggunakan pendekatan sosio-antropologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat calon mempelai wanita yang melaksanakan Bridal shower dan tiga ulama dari organisasi MUI, NU, dan Muhammadiyah di Kecamatan Daha Utara. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna dari fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan ulama di Kecamatan Daha Utara terhadap fenomena Bridal shower pra-pernikahan terpolarisasi menjadi dua. Pendapat pertama ḥarām yakni ulama melarangnya karena dianggap bisa menjerumuskan ikhtilāṭ (campur baur lawan jenis), pemborosan, atau meniru tradisi non-Muslim yang bertentangan syariat. Pendapat kedua mubāḥ yakni membolehkan dengan syarat tidak melanggar prinsip agama, seperti menjaga hijab, menghindari maksiat, dan fokus pada silaturahmi atau persiapan pernikahan secara Islami. Perbedaan pendapat ini mencerminkan dinamika antara menjaga nilai-nilai keagamaan dan adaptasi terhadap tren sosial yang berkembang di masyarakat

Judul PANDANGAN ULAMA TERHADAP FENOMENA BRIDAL SHOWER PRA PERNIKAHAN DI KECAMATAN DAHA UTARA
Penulis Husein/ 2021110858
Kategori Skripsi Mahasiswa
Program Studi HKI
Subjek Hukum Keluarga Islam
Penerbit IAI DARUL ULUM KANDANGAN
Nomor seri 1
Pembimbing (1) Dr. Muhammad Rasyid S.H.I , M.S.I. (II) Ainur Rahmah, S.Sos.I, M.H
File / Url
-
    Tanggal Upload 04-09-2025

    Ingin jurnal anda di publikasikan?

    Jurnal anda berpotensi disaksikan oleh beragam viewers dengan latar belakang sesuai bidang anda.