DAMPAK RELOKASI PASAR BAGI PEDAGANG SAYUR DAN IKAN TERHADAP PENDAPATAN DI PASAR KERATON RANTAU DI KABUPATEN TAPIN
Abstrak
Kata kunci : Dampak, Relokasi Pasar, Pasar Raya Rantau
Relokasi Pasar Raya Rantau dilakukan untuk menciptakan pasar yang lebih
tertata, bersih, dan nyaman, namun kebijakan ini menimbulkan perubahan terhadap
kondisi ekonomi pedagang, khususnya pedagang sayur dan ikan. Perubahan lokasi
berdagang memengaruhi jumlah konsumen, volume penjualan, serta biaya
operasional yang berdampak pada pendapatan pedagang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak relokasi pasar terhadap
pendapatan pedagang sayur dan ikan di Pasar Raya Rantau Kabupaten Tapin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data
diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pedagang sayur
dan ikan yang terdampak relokasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi pasar memberikan dampak
positif dan negatif terhadap pendapatan pedagang. Pada tahap awal, pendapatan
mengalami penurunan akibat berkurangnya jumlah konsumen dan belum
terbentuknya kembali pelanggan tetap. Volume penjualan juga menurun sehingga
meningkatkan risiko kerugian, terutama pada komoditas yang mudah rusak. Selain
itu, meningkatnya biaya operasional dan persaingan usaha turut menekan
pendapatan pedagang. Namun, relokasi juga membawa dampak positif berupa
perbaikan infrastruktur pasar yang lebih bersih dan tertata. Kondisi ini
meningkatkan kenyamanan konsumen dan berpotensi menarik pembeli baru.
Seiring waktu, sebagian pedagang mulai mampu beradaptasi dan pendapatan
berangsur stabil. Dengan demikian, relokasi pasar berdampak negatif dalam jangka
pendek namun berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka panjang
apabila didukung strategi adaptasi pedagang dan peran pemerintah