PENGARUH METODE MORNING METTING UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TK KARTIKA V-26
Abstrak
Kata Kunci: Morning Meeting, Perkembangan Sosial Emosional, Anak Usia
Dini, Eksperimen
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan sosial emosional anak usia dini
yang belum berkembang secara optimal, ditandai dengan masih adanya anak yang
kurang percaya diri, kurang aktif berinteraksi dengan teman, sulit bekerja sama,
serta belum mampu mengendalikan emosi dengan baik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PreExperimental Design dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek
penelitian berjumlah 13 anak Kelompok A TK Kartika V-26. Teknik pengumpulan
data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis
data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon karena data
penelitian tidak berdistribusi normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan sosial emosional
anak pada saat pretest sebesar 2,27 yang berada pada kategori Mulai Berkembang
(MB). Setelah diterapkan metode morning meeting, rata-rata perkembangan sosial
emosional anak meningkat menjadi 3,37 yang berada pada kategori Berkembang
Sesuai Harapan (BSH). Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sebesar
1,10. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar < 0,001 yang lebih
kecil dari 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan penelitian juga
menunjukkan bahwa setelah penerapan metode morning meeting, anak menjadi
lebih berani berinteraksi dengan guru dan teman, mampu bekerja sama dalam
kegiatan kelompok, lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta lebih
mampu mengendalikan emosi selama proses pembelajaran. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode morning meeting berpengaruh
signifikan terhadap