Skripsi Mahasiswa / 2026
RECORD #616

PERAN KEPALA DESA GAMBAH LUAR KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN DALAM PENGUATAN FUNGSI POLITIK MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN ISLAM

Khairun nisaยท NIM 2022180003

Abstrak

 Kata Kunci: Peran Kepala Desa, Fungsi Politik Masyarakat, Kepemimpinan Islam, Partisipasi Politik Desa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi masyarakat Desa Gambah Luar dalam kegiatan politik desa, seperti musyawarah desa dan keterlibatan dalam pembangunan desa. Kepala desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik masyarakat melalui pendekatan kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti amanah, musyawarah, keadilan, dan keteladanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala Desa Gambah Luar dalam menguatkan fungsi politik masyarakat berdasarkan perspektif kepemimpinan Islam serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologis dan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat Desa Gambah Luar. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa Gambah Luar telah berperan dalam menguatkan fungsi politik masyarakat melalui pelaksanaan musyawarah desa, pemberian arahan kepada masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan pembangunan desa. Peran tersebut juga diterapkan dengan nilai-nilai kepemimpinan Islam seperti musyawarah, amanah, keadilan, dan tanggung jawab. Faktor pendukung dalam penguatan fungsi politik masyarakat meliputi adanya hubungan sosial yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, dukungan tokoh masyarakat, serta budaya gotong royong masyarakat desa. Adapun faktor penghambatnya adalah kesibukan masyarakat dalam bekerja, rendahnya pemahaman politik sebagian masyarakat, serta kurang optimalnya partisipasi masyarakat dalam forum desa.