ANALISIS PERILAKU ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA SUNGAI PINANG KECAMATAN DAHA SELATAN
Abstrak
Kata Kunci: Analisis, Perilaku, Anak Putus Sekolah.
Dalam pembentukan perilaku anak memerlukan pendekatan yang tepat dan
dukungan lingkungan serta keluarga. Anak putus sekolah di Desa Sungai
Pinang menunjukkan perilaku yang bervariasi, baik positif maupun negatif.
Faktor seperti pola asuh orang tua dan lingkungan sosial sangat memengaruhi
sikap mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya membentuk perilaku anak
setelah mereka tidak lagi bersekolah agar anak dapat membedakan mana
perilaku positif dan negatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku anak putus sekolah di
Desa Sungai Pinang Kecamatan Daha Selatan. Jenis penelitian ini
menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik subjek terbatas.
Sedangkan subjek penelitian ini adalah anak putus sekolah dari jenjang
Sekolah Menengah Pertama ke jenjang Sekolah Menengah Atas yang
berjumlah delapan anak dari usia 14–20 tahun.
Hasil penelitian dari delapan perilaku anak putus sekolah di Desa Sungai
Pinang, menunjukkan berbagai variasi, namun secara umum masih tergolong
cukup baik. Sebagian besar anak tetap menunjukkan sikap positif seperti
menghormati orang tua, menjalankan ibadah, serta bergaul dengan sopan di
lingkungan sosial. Meskipun demikian, terdapat beberapa anak yang
mengalami penurunan kepedulian sosial dan lebih mudah terpengaruh oleh
teman sebaya. Oleh karena itu, perilaku anak putus sekolah tidak sepenuhnya
ditentukan oleh status putus sekolah, melainkan lebih dipengaruhi oleh
lingkungan keluarga, pola asuh, dan pergaulan sosial.