Skripsi Mahasiswa / 2026
RECORD #555

DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK (STUDI KASUS DESA TABUDARAT HILIR KECAMATAN LABUAN AMAS SELATAN)

MUHAMMAD NOOR AZMI· NIM 2021110844

Abstrak

 Kata Kunci: Perceraian, Anak, Perkembangan Sosial, Perkembangan Emosional, Maṣlaḥah Mursalah, Maqashid Syariah. Perceraian orang tua merupakan peristiwa keluarga yang dapat menimbulkan berbagai implikasi terhadap perkembangan anak, khususnya pada aspek sosial dan emosional. Anak sebagai pihak yang paling rentan sering kali mengalami perubahan emosi dan perilaku sosial akibat terjadinya perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan sosial dan emosional anak di Desa Tabudarat Hilir, Kecamatan Labuan Amas Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis dengan jenis penelitian empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap anak-anak yang orang tuanya bercerai, orang tua, serta informan pendukung seperti keluarga dan lingkungan sekitar. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan Attachment Theory, teori perkembangan emosi, serta perspektif Islam melalui konsep maṣlaḥah mursalah dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua berdampak pada kondisi emosional anak, seperti munculnya perasaan sedih, kehilangan, kecemasan, ketidakstabilan emosi, serta penurunan motivasi belajar. Selain itu, perceraian juga berdampak pada aspek sosial anak, yang ditandai dengan perubahan pola interaksi sosial, seperti menarik diri dari pergaulan, kurang percaya diri, dan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan sosial dari keluarga besar, lingkungan sekolah, dan teman sebaya berperan penting sebagai faktor pelindung yang membantu anak beradaptasi secara sosial dan emosional pasca perceraian.