PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DENGAN TEKNIK TASAMUH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KELAS VIII DALAM MATA PELAJARAN FIKIH DI MTsN 6 HSS
Abstrak
Kata Kunci : Problem-Based Learning, berpikir kritis, pembelajaran Fikih,
MTs, quasi experiment
Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam
pembelajaran Fikih. Namun, model pembelajaran konvensional sering kurang
efektif dalam mengembangkan kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa kelas 8C di MTsN 6 Hulu Sungai Selatan.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi
experiment dan teknik non-equivalent control group design. Sampel penelitian
berjumlah 40 siswa, terdiri dari 20 siswa pada kelas eksperimen dan 20 siswa pada
kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes. Analisis data dilakukan
dengan uji prasyarat menggunakan normalitas dan homogenitas, Uji hipotesis
dengan Uji Welch dan uji regresi.
Hasil Uji Welch menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang
berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Uji
regresi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,555, yang berarti 55,5% variasi
kemampuan berpikir kritis dijelaskan oleh model PBL. Temuan ini menunjukkan
bahwa model PBL berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan
berpikir kritis siswa dibandingkan metode konvensional.