PRAKTIK TABUNGAN SEMBAKO DI DESA BAKARUNG KECAMATAN ANGKINANG PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik tabungan sembako yang
dilakukan masyarakat Desa Bakarung Kecamatan Angkinang untuk membantu
memenuhi kebutuhan bahan pokok menjelang bulan Ramadan. Praktik ini telah
menjadi bagian dari kegiatan sosial masyarakat karena dianggap membantu
meringankan pengeluaran rumah tangga serta memperkuat kebersamaan
antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan
tabungan sembako serta menganalisis praktik tersebut dalam perspektif ekonomi
syariah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan
pengelola dan anggota tabungan sembako.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabungan sembako dilakukan melalui
pengumpulan iuran mingguan yang kemudian digunakan untuk membeli bahan
pokok seperti gula, minyak goreng, teh, dan garam menjelang Ramadan. Dalam
praktiknya terdapat unsur akad wad’ah (titipan) disertai dengan ujrah atau fee .
Praktik ini mengandung nilai ta’awun (tolong-menolong), kebersamaan, dan
kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, dalam pengelolaannya masih terdapat
pencatatan yang sederhana serta kurangnya keterbukaan mengenai penggunaan
dana dan harga pembelian sembako. Dalam perspektif ekonomi syariah, praktik ini
pada dasarnya diperbolehkan karena mengandung nilai kerja sama dan membantu
kebutuhan masyarakat, tetapi perlu pengelolaan yang lebih transparan dan tertata
agar sesuai dengan prinsip amanah, keadilan, dan terhindar dari unsur gharar
(ketidakjelasan).