PANDANGAN ULAMA TERHADAP FENOMENA BRIDAL SHOWER PRA PERNIKAHAN DI KECAMATAN DAHA UTARA
Abstrak
Fenomena Bridal shower pra-pernikahan telah menjadi tren di kalangan
generasi muda, termasuk di Kecamatan Daha Utara. Tradisi ini, yang berasal dari
budaya Barat, diadopsi sebagai bagian dari perayaan sebelum pernikahan. Namun,
praktik ini menuai tanggapan beragam dari ulama setempat, terutama terkait
kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pandangan ulama terhadap fenomena Bridal shower serta mengkaji faktor
sosiologis dan religius yang melatarbelakanginya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal utama,
yaitu: bagaimana proses pelaksanaan Bridal shower pra-pernikahan yang
berlangsung di Kecamatan Daha Utara, serta bagaimana pandangan para ulama
terhadap fenomena Bridal shower tersebut dalam konteks budaya dan norma
keagamaan di wilayah tersebut. Penelitian ini berjenis empiris, yaitu penelitian
dengan adanya data-data lapangan sebagai sumber data utama, sedangkan
pendekatan menggunakan pendekatan sosio-antropologi. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dengan empat calon mempelai wanita yang
melaksanakan Bridal shower dan tiga ulama dari organisasi MUI, NU, dan
Muhammadiyah di Kecamatan Daha Utara. Data dianalisis secara tematik untuk
mengidentifikasi pola dan makna dari fenomena tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan ulama di Kecamatan Daha
Utara terhadap fenomena Bridal shower pra-pernikahan terpolarisasi menjadi dua.
Pendapat pertama ḥarām yakni ulama melarangnya karena dianggap bisa
menjerumuskan ikhtilāṭ (campur baur lawan jenis), pemborosan, atau meniru tradisi
non-Muslim yang bertentangan syariat. Pendapat kedua mubāḥ yakni
membolehkan dengan syarat tidak melanggar prinsip agama, seperti menjaga hijab,
menghindari maksiat, dan fokus pada silaturahmi atau persiapan pernikahan secara
Islami. Perbedaan pendapat ini mencerminkan dinamika antara menjaga nilai-nilai
keagamaan dan adaptasi terhadap tren sosial yang berkembang di masyarakat