Skripsi Mahasiswa / 2025
RECORD #366

PANDANGAN ULAMA TERHADAP TRADISI MA’DUPA PADA PERKAWINAN DI DESA BARUH KEMBANG KECAMATAN DAHA UTARA

ARI MULYADI· NIM 2019110748

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kepercayaan masyarakat Desa Baruh Kembang bahwa terganggunya upacara perkawinan dan calon pengantin yang akan akan mengalami kesurupan, Sehingga untuk menjaga dan menghindarkan hal-hal tersebut dilaksanakanlah tradisi ma’dupa. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pelaksanaan tradisi ma’dupa pada perkawinan dan untuk mengetahui pandangan Ulama MUI Desa Baruh Kembang terhadap tradisi ma’dupa pada perkawinan di Desa Baruh Kembang Kecamatan Daha Utara Kabupapaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan empris. Adapun objeknya adalah tradisi ma’dupa dan pandagan Ulama dan subjeknya ialah orang-orang yang melakukan tradisi ma’dupa. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa: pada pelaksanaan tradisi ma’dupa ada beberapa dupa yang digunakan yaitu dupa bubuk, dupa china, dan dupa sekumpul. Menurut ulama MUI Desa Baruh Kembang hukum melaksanakan tradisi ma’dupa adalah mubah dilaksanakan dengan alasan sebagai pelengkap, pnyempurna acara, dan pelastarian budaya. Sebagian ulama mengatakan sunnah dengan alasan sebagai berharum ruangan, terapi, menghilangkan bau tidak sedap dan khusuk dalam ibadah. Sebagian ulama ada yang mengatakan haram dengan alasan, jika diniatkan tradisi ma’dupa sebagai syarat terkabulnya do’a, meminta perlindungan keselamatan kepada selain Allah maka hukumnya haram dilakukan.