METODE KETELADANAN DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SURAH AL-AHZAB AYAT 21, AL-MUMTAHANAH AYAT 4 DAN 6)
Abstrak
Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa keharusan seorang guru
memiliki kompetensi kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, bijaksana,
serta mampu menjadi teladan yang baik untuk anak didiknya, karena disamping
mengajarkan ilmu, guru juga harus menjadi pelopor tingkah laku yang baik untuk
mereka. Karena menurut psikologi berdasarkan akan fitrah manusia itu memiliki
sifat gharizah (kecenderungan mengimitasi atau meniru orang lain), atas dasar itu
para pendidik dituntut memberikan keteladanan yang baik. Seperti kata pepatah
“guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui metode keteladanan
dalam Al-Qur’an pada surah Al-Ahzab ayat 21, surah Al-Mumtahanah ayat 4 dan
6, yang ditafsirkan dalam tafsir Al-Mishbah, Ibnu Katsir, dan Tafsir Jalalain.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Sabjeknya adalah tiga kitab tafsir yaitu, tafsir
Al-Mishbah, Ibnu Katsir, dan Tafsir Jalalain. Adapun objeknya adalah metode
keteladanan dalam Al-Qur’an pada surah Al-Ahzab ayat 21, surah Al-Mumtahanah
ayat 4 dan 6, dengan menggunakan teknik pengumpulan datanya yaitu analisis isi
(content analysis). Kemudian data dan sumber data yang ditemukan dan sudah di
klasifikasi, akan dipaparkan dan dianalisis secara langsung.
Dari hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa metode
keteladanan dalam Al-Qur’an meliputi keteladanan dalam perihal ketaqwaan,
tawakal, kesabaran, kepemimpinan, perkataan, perbuatan, sikap, kasih sayang,
akhlak, ketegasan, keteguhan, kepribadian, dan menghormati kepada yang lebih
tua, serta memilih teman.