KEMAMPUAN MENGAJAR SANTRIWATI PADA PELAKSANAAN PROGRAM ‘AMALIYAH TADRIS DI PONDOK PESANTREN DARUL AMIEN TARBIYATUL MU’ALLIMIN WAL MU’ALLIMAT AL-ISLAMIYAH TELUK LABAK KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Abstrak
Guru sebagai pendidik kurang terlatih dalam mengajar yang demikian
menyebabkan siswa kurang optimal menerima pelajaran. Sehingga calon guru
dituntut mencari banyak pengalaman dalam praktek mengajar agar sanggup
mengatasi masalah yang timbul ketika berada dalam kelas nanti. Penelitian ini
untuk mengetahui kemampuan mengajar santriwati pada pelaksanaan program
„amaliyah tadris di Pondok Pesantren Darul Amien TMI. Secara rinci adalah
kemampuan melaksanakan pembelajaran menurut standar proses meliputi
kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Serta faktor yang
mempengaruhinya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif dekskriptif. Subjeknya
sebagian santriwati yang mengikuti program „amaliyah tadris yang diambil
berdasarkan pertimbangan peneliti. Objeknya kemampuan mengajar santriwati
pada pelaksanaan program „amaliyah tadris di Pondok Pesantren Darul Amien
TMI yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa santriwati mampu membuka
pelajaran dengan menarik perhatian siswa memberikan apersepsi, memberi pre
test dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Santriwati mampu menutup
pelajaran dengan meninjau kembali inti materi dan memberikan post test.
Santriwati mampu menerapkan keterampilan menjelaskan, keterampilan memberi
pertanyaan, keterampilan memberi penguatan, dan keterampilan mengadakan
variasi selama proses pembelajaran, walaupun tidak semua aspek pada komponen
tersebut diterapkan. Faktor yang berpengaruh dalam kemampuan mengajar
santriwati, yaitu faktor kemampuan santriwati mengenai pengetahuan dan cara
mengajar, faktor karakteristik siswa yang beragam, faktor kelengkapan fasilitas
sekolah, faktor lingkungan sekolah yang bersih, dan faktor mata pelajaran yang
digunakan